Hukum Tarik Menarik (Law of Attraction): Apa Itu, Apakah Benar, dan Cara Menerapkannya
Hukum tarik menarik, atau law of attraction, adalah keyakinan bahwa pikiran dan perasaan kita menarik pengalaman yang serupa ke dalam hidup. Pikiran positif dipercaya mendatangkan hal baik, sedangkan pikiran negatif mendatangkan hal buruk. Gagasan ini dikenal luas di Indonesia lewat buku dan film The Secret, lalu kembali populer lewat konten manifesting di media sosial.
Panduan ini menjelaskan apa itu law of attraction, dari mana asalnya, apa kata penelitian tentangnya, dan cara menerapkannya dengan cara yang realistis. Anda juga akan menemukan contoh afirmasi, kesalahan yang sering terjadi, dan cara menghindari toxic positivity.
Oleh tim Orly · · 9 menit baca

Apa itu hukum tarik menarik (law of attraction)?
Hukum tarik menarik adalah gagasan bahwa “yang serupa menarik yang serupa”: apa yang paling sering kita pikirkan dan rasakan akan hadir dalam hidup kita. Para pengikutnya sering menyebutnya sebagai energi atau getaran. Jika getaran Anda penuh syukur dan keyakinan, hal-hal baik dipercaya akan datang.
Meski disebut hukum, law of attraction bukan hukum alam seperti gravitasi. Istilah ini adalah keyakinan atau filosofi hidup yang ditafsirkan berbeda-beda oleh setiap orang. Sebagian orang memandangnya secara harfiah, sebagian lagi memakainya sebagai cara sederhana untuk mengingatkan diri agar fokus pada tujuan dan sikap yang positif.
Dari mana asal law of attraction?
Law of attraction berasal dari gerakan New Thought di Amerika Serikat pada abad ke-19. Salah satu tokoh awalnya adalah Phineas Quimby, yang percaya bahwa pikiran dan keyakinan sangat memengaruhi kesehatan dan kehidupan seseorang. Gagasan-gagasan New Thought kemudian berkembang lewat banyak buku pengembangan diri pada awal abad ke-20.
Ledakan popularitasnya terjadi pada 2006, ketika Rhonda Byrne merilis The Secret dalam bentuk film dan buku. The Secret merangkum law of attraction menjadi tiga langkah: meminta, percaya, dan menerima. Buku ini diterjemahkan ke banyak bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, dan membuat istilah hukum tarik menarik dikenal luas. Belakangan, gagasan yang sama muncul kembali dengan nama manifesting di TikTok dan Instagram.
Apakah law of attraction terbukti secara ilmiah?
Tidak. Tidak ada bukti ilmiah bahwa pikiran memancarkan getaran yang menarik uang, jodoh, atau kejadian tertentu. Klaim bahwa pikiran bisa langsung mengubah keadaan di luar diri kita belum pernah terbukti dalam penelitian.
Namun, beberapa bagian dari praktik law of attraction punya dasar penelitian yang kuat. Teori self-affirmation dari Claude Steele (1988) dan tinjauan Cohen dan Sherman (2014) di Annual Review of Psychology menunjukkan bahwa mengingat nilai-nilai pribadi dapat membantu orang menghadapi stres dan tekanan dengan lebih tenang. Studi fMRI oleh Cascio dan rekan (2016) menemukan bahwa afirmasi diri melibatkan area otak yang terkait dengan rasa dihargai dan pemikiran tentang diri sendiri.
Penelitian Gabriele Oettingen juga memberi pelajaran penting. Membayangkan masa depan indah saja ternyata bisa menurunkan semangat berusaha, karena otak merasa tujuan sudah setengah tercapai. Yang lebih efektif adalah mental contrasting: membayangkan hasil yang diinginkan, lalu dengan jujur membayangkan rintangannya, dan membuat rencana untuk menghadapinya.
Ada juga penjelasan yang lebih sederhana tentang mengapa law of attraction terasa berhasil. Saat Anda fokus pada sebuah tujuan, Anda lebih mudah menyadari peluang yang berkaitan dengannya, dan Anda cenderung bertindak lebih berani. Hasilnya nyata, tetapi datang dari perhatian dan tindakan Anda, bukan dari tarikan semesta.
Ambil bagian yang terbukti membantu, yaitu kejelasan, afirmasi, syukur, dan tindakan, lalu biarkan bagian metafisiknya menjadi pilihan keyakinan pribadi Anda.
Prinsip dasar hukum tarik menarik, dibaca dengan realistis
The Secret mengajarkan tiga langkah: meminta, percaya, dan menerima. Ketiganya bisa dipahami dengan cara yang lebih membumi, tanpa kehilangan semangat aslinya.
- Meminta: tentukan dengan jelas apa yang Anda inginkan. Dalam psikologi, tujuan yang spesifik lebih mudah dikejar daripada keinginan yang kabur.
- Percaya: bangun keyakinan bahwa Anda mampu bergerak ke arah tujuan itu. Afirmasi yang realistis membantu di sini.
- Menerima: perhatikan peluang yang muncul, ambil langkah saat kesempatan datang, dan syukuri kemajuan kecil.
- Yang sering terlupakan: bertindak. Tanpa langkah nyata, tiga prinsip di atas hanya menjadi angan-angan.
Cara menerapkan law of attraction secara realistis
Cara menerapkan law of attraction yang paling sehat terdiri dari enam langkah: memperjelas tujuan, memvisualisasikan hasil dan rintangannya, mengucapkan afirmasi, bersyukur, bertindak, dan meninjau kemajuan secara rutin.
- 1
Perjelas apa yang Anda inginkan
Tulis satu tujuan yang spesifik dan bisa diukur, misalnya “Saya ingin lulus tes bahasa Inggris dengan skor yang dibutuhkan untuk beasiswa tahun depan”. Tambahkan alasan mengapa tujuan ini penting bagi Anda.
- 2
Visualisasikan, lalu kontraskan
Bayangkan tujuan itu tercapai selama satu atau dua menit. Setelah itu, bayangkan hambatan terbesar dalam diri Anda, seperti rasa malas atau takut gagal. Langkah kedua inilah yang membuat visualisasi lebih efektif.
- 3
Ucapkan afirmasi setiap hari
Pilih dua atau tiga afirmasi dalam bentuk sekarang yang terasa masuk akal, lalu ucapkan di pagi hari dan sebelum tidur. Jika terasa terlalu muluk, pakai bentuk jembatan seperti “Saya sedang belajar…”.
- 4
Latih rasa syukur
Tulis tiga hal yang Anda syukuri setiap malam. Kebiasaan ini membantu Anda melihat apa yang sudah ada dan menjaga semangat selama proses berjalan.
- 5
Bertindak setiap hari
Tentukan satu langkah kecil untuk hari ini, sekecil apa pun. Buat juga rencana jika-maka untuk hambatan yang sudah Anda bayangkan, misalnya “Jika saya ingin menunda belajar, maka saya akan membuka buku selama 10 menit dulu”.
- 6
Tinjau dan sesuaikan
Setiap dua atau empat minggu, lihat kembali tujuan Anda. Apa yang berhasil, apa yang belum, dan apa yang perlu diubah? Menyesuaikan rencana bukan tanda gagal, melainkan bagian dari proses.
Visualisasi yang lebih efektif: mental contrasting dan WOOP
WOOP adalah cara visualisasi yang dikembangkan dari penelitian Gabriele Oettingen, dan bisa dilakukan dalam lima menit. Singkatannya adalah Wish, Outcome, Obstacle, Plan, atau harapan, hasil, hambatan, dan rencana. Teknik ini cocok sebagai pengganti visualisasi biasa dalam praktik law of attraction.
- 1
Harapan
Pilih satu keinginan yang menantang tetapi mungkin dicapai, dan tulis dalam beberapa kata.
- 2
Hasil
Bayangkan hasil terbaik jika keinginan itu terwujud. Rasakan detailnya sejelas mungkin.
- 3
Hambatan
Tanyakan apa yang paling mungkin menghalangi dari dalam diri Anda, lalu bayangkan hambatan itu muncul.
- 4
Rencana
Buat satu kalimat jika-maka untuk menghadapi hambatan tersebut, dan baca ulang sebelum situasi yang sulit.
Contoh afirmasi law of attraction
Afirmasi law of attraction adalah kalimat singkat dalam bentuk sekarang yang menguatkan keyakinan dan fokus Anda pada tujuan. Pilih yang paling terasa benar bagi Anda, atau ubah kata-katanya agar sesuai dengan situasi Anda.
Saya fokus pada hal-hal yang ingin saya bangun dalam hidup saya.
Saya terbuka pada peluang baik yang datang hari ini.
Pikiran saya jernih dan langkah saya terarah.
Saya bersyukur atas apa yang sudah saya miliki sambil terus bertumbuh.
Saya mampu mengambil langkah kecil menuju tujuan saya setiap hari.
Saya memilih pikiran yang mendukung saya, dan saya menerima perasaan saya apa adanya.
Saya layak meraih hidup yang bermakna bagi saya.
Saya menyadari peluang dan berani mengambilnya.
Saya melepaskan hal yang tidak bisa saya kendalikan.
Setiap usaha saya hari ini membawa saya lebih dekat ke tujuan.
Peran rasa syukur dalam hukum tarik menarik
Rasa syukur adalah bagian yang paling mudah dan paling menenangkan dari praktik law of attraction. Dengan bersyukur, perhatian Anda berpindah dari apa yang kurang ke apa yang sudah ada, sehingga proses mengejar tujuan terasa lebih ringan. Bagi banyak orang Indonesia, syukur juga sudah menjadi bagian dari ajaran agama dan kebiasaan sehari-hari.
Coba salah satu pertanyaan berikut setiap malam, lalu tulis jawabannya di jurnal.
- Hal kecil apa yang membuat saya tersenyum hari ini?
- Siapa yang membantu saya hari ini, dan bagaimana caranya?
- Kemajuan apa yang sudah saya capai, sekecil apa pun?
- Apa yang saya miliki sekarang yang dulu pernah saya harapkan?
Kesalahan umum dalam menerapkan law of attraction
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menunggu hasil tanpa bertindak. Berikut beberapa kesalahan lain yang sebaiknya dihindari.
- Hanya membayangkan hasil tanpa memikirkan rintangan dan rencana.
- Menganggap setiap pikiran negatif akan “menarik” hal buruk, lalu menjadi cemas terhadap pikiran sendiri.
- Mengabaikan nasihat medis, keuangan, atau hukum karena percaya semuanya akan beres dengan sendirinya.
- Memilih tujuan yang terlalu kabur sehingga tidak tahu harus mulai dari mana.
- Berganti-ganti teknik setiap minggu tanpa pernah konsisten dengan satu cara.
- Mengukur keberhasilan hanya dari hasil akhir, padahal kebiasaan dan proses juga berharga.
Waspadai toxic positivity dan menyalahkan diri sendiri
Salah satu sisi gelap law of attraction adalah anggapan bahwa semua hal buruk terjadi karena pikiran kita kurang positif. Anggapan ini tidak adil dan bisa menyakitkan. Penyakit, kehilangan pekerjaan, atau hubungan yang berakhir sering dipengaruhi banyak hal di luar kendali kita.
Toxic positivity adalah tuntutan untuk selalu terlihat bahagia dan menolak perasaan sulit. Padahal, sedih, marah, dan takut adalah perasaan yang wajar dan perlu diberi ruang. Anda tetap bisa menerapkan hukum tarik menarik sambil berkata dengan jujur, “Hari ini berat, dan saya tetap merawat diri saya.”
Jika Anda sedang menghadapi kecemasan, depresi, atau krisis, jangan hanya mengandalkan afirmasi atau visualisasi. Hubungi psikolog, psikiater, atau layanan bantuan di sekitar Anda.
Law of attraction dan keyakinan agama
Banyak pembaca bertanya bagaimana law of attraction dipandang dalam agama mereka. Panduan ini tidak membahas hukum atau penilaian agama, karena hal itu sebaiknya ditanyakan kepada pemuka agama yang Anda percaya.
Yang bisa kami sampaikan, bagian praktis dari law of attraction, seperti niat yang jelas, usaha sungguh-sungguh, rasa syukur, dan sikap berprasangka baik, bisa diselaraskan dengan keyakinan masing-masing. Banyak orang memadukannya dengan pola yang sudah akrab: berikhtiar, berdoa, lalu berserah atas hasilnya.
Di mana Orly berperan
Orly tidak menjanjikan bahwa keinginan Anda akan datang dengan sendirinya. Orly membantu di bagian yang paling sulit dijaga, yaitu konsistensi. Anda menceritakan tujuan dan situasi hidup Anda, lalu Orly menulis afirmasi personal dalam Bahasa Indonesia dengan AI Gemini dari Google, membacakannya dengan suara yang tenang, dan menampilkannya di widget layar beranda.
Jika Anda ingin merumuskan tujuan atau membuat afirmasi baru, Anda juga bisa mengobrol dengan pelatih AI di aplikasi, yang tersedia gratis.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu law of attraction dalam bahasa sederhana?
Law of attraction atau hukum tarik menarik adalah keyakinan bahwa pikiran dan perasaan kita menarik pengalaman yang serupa. Pikiran positif dipercaya mendatangkan hal baik, dan pikiran negatif mendatangkan hal buruk. Gagasan ini lebih tepat disebut filosofi daripada hukum ilmiah.
Apakah law of attraction terbukti secara ilmiah?
Tidak ada bukti ilmiah tentang kekuatan yang menarik keinginan kita hanya lewat pikiran. Namun, beberapa praktik di dalamnya didukung penelitian, seperti afirmasi diri, menetapkan tujuan yang jelas, mental contrasting dari Gabriele Oettingen, dan kebiasaan bersyukur.
Apa isi buku The Secret?
The Secret karya Rhonda Byrne, yang terbit pada 2006, menjelaskan law of attraction lewat tiga langkah: meminta, percaya, dan menerima. Buku dan filmnya membuat gagasan ini populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, meski klaim-klaimnya tidak didukung bukti ilmiah.
Bagaimana cara menerapkan law of attraction untuk pemula?
Mulailah dengan satu tujuan yang spesifik. Bayangkan hasilnya, lalu bayangkan hambatan terbesarnya dan buat rencana untuk menghadapinya. Ucapkan dua atau tiga afirmasi setiap hari, tulis hal yang Anda syukuri setiap malam, dan ambil satu langkah kecil setiap hari.
Bagaimana pandangan agama tentang law of attraction?
Kami tidak memberikan penilaian agama. Untuk pertanyaan ini, sebaiknya tanyakan kepada pemuka agama yang Anda percaya. Banyak orang menyelaraskan bagian praktisnya, seperti niat yang jelas, usaha, doa, dan rasa syukur, dengan keyakinan mereka sendiri.
Apakah law of attraction sama dengan manifestasi?
Keduanya berkaitan erat. Law of attraction adalah keyakinan dasarnya, sedangkan manifestasi atau manifesting adalah praktiknya, yaitu teknik seperti afirmasi, visualisasi, scripting, metode 369, dan vision board.
Afirmasi mendukung kesejahteraan sehari-hari, tetapi bukan pengganti perawatan medis atau kesehatan mental profesional. Jika Anda sedang kesulitan, hubungi tenaga profesional yang berkualifikasi atau layanan konseling gratis Healing119 dari Kementerian Kesehatan di nomor 119 ekstensi 8, yang tersedia 24 jam.

Afirmasi pertama Anda hanya satu menit lagi.
Unduh Orly, jawab beberapa pertanyaan, lalu baca kata-kata yang ditulis untuk hidup Anda. Hari pertama Anda sudah termasuk semua fitur Premium.